Selasa, 29 November 2011
Tiga Puluh Tiga Tahun
Tiga puluh empat tahun sudah diriku dan tiga puluh tiga tahun kau menjalani dan sampai dititik itu pula dia memanggilmu untuk segera disisiNYA. Tak terasa dan marah kadang benci adanya perasaan yang kurasakan, mengapa DIA memanggilmu. Tapi apa kuasaku dan kusadari dia Maha segalanya..
Bersama semenjak 33 tahun silam kita selalu berdua dalam kedukaan dan kegembiraan, yang kadang dilihat darimana dan mengapa kita bisa duka dan gembira. Memang hanya kita berdua yang mengetahui, dan mungkin itu memang rahasia kita. Yang kurasakan dan yang ku tahu diantara kita ada perbedaan dan saling menutupi kekurangan. Pribadimu lebih diam, licik, takut akan ketinggian, tidak terampil dan mudah marah. Namun kau teman dan saudaraku yang selalu mengetahui aku dan kita.
Masa kecil kita berada di pulau kecil penghasil tambang terbesar di Indonesia yang letaknya diantara pulau Sumatera dan pulau Kalimantan. Bertahun-tahun kita berlari, tertawa, menangis, melompat, sampai melakukan hal-hal bodoh di suatu desa pada pulau itu. Tidak ada satu kekuranganpun yang kita dapat disitu, masa terindah yang kita punya waktu itu. Sampai suatu saat kita tersadar dan harus keluar dari desa itu, bukan berarti kita tidak mencintai tanah kelahiran, tapi tuntutan pendidikan modal masa depan yang mengharuskan kita pergi. Walaupun ku sadari kita tidak dapat memberikan hasil yang terbaik seperti diharapkan orang tua dan kakak-kakak kita.
Kota besar membuat kami menjadi lebih bingung akan irama kehidupan, tidak seperti di desa dahulu. Usia bertambah dan rasa keingintahuan bertambah, sehingga tubuh kita teracuni aroma kota besar.
Aku selalu membayangkan apabila aku tutup usia dan ku akui bahwa aku tak sanggup menghadapi itu, mungkin semua manusia tidak ada dan pasti memiliki rasa takut yang teramat takut. Pada hitungan tahun, bulan sampai hari-hari terakhir disitu terlihat ketakutan mu dan ketakutan ku pula akan kehilangan mu. Tetesan air mata tak akan ku tahan apabila aku memiliki rasa tega dan kepura-puraan kuat melihat dirimu, tapi kuakui tujuan ku melakukan itu untuk menyatakan kamu akan kembali ceria dan bermain dengan aku dan kami semua sampai hari tua.
Kamu dihari itu terlihat pemberani, kuat dan kami pun tak sanggup seperti dirimu. Sehingga tampak jelas aku lebih lemah dari mu. Inalillahi wainalillahirojiun....Maafkan kami yang tak dapat membuatmu sembuh dan hidup lebih lama lagi, kami telah berusaha sebisa mungkin, tapi DIA memiliki tujuan lain yang lebih sempurna untuk mu..Aamiin. Selamat jalan Saudara ku.
November, 26-2011
Ereke, Buton Utara
Feming Elvind
Selasa, 15 November 2011
Informasi Nusantara
Informasi Nusantara
Televisi sebagai salah satu sumber ilmu dan informasi bagi masyarakat dan walaupun televisi juga bisa dikatakan pusat pembodohan (tell lie vision). Dua orang anak ini merupakan penerus dan aset berharga bagi Desa Kanekes (Baduy Luar) Rangkasbitung, Banten. Alangkah gembiranya, senang dan sedih melihat mereka berdua benar-benar menikmati informasi yang disampaikan, walaupun di Baduy Luar tidak terjamah listrik negara dan fasilitas modern lainnya . Apakah mereka mengerti dan bisa membaca ? apakah mereka tau itu siapa dan darimana asalnya ? mungkin dalam pikiran mereka itu hanya bincang-bincang biasa yang tanpa gelak tawa yang tidak seperti di kampung mereka.Ruangan yang bebas lepas dari jubelan dan kebisingan nusantara jauh dari ruangan terpenting ini, ruangan ini hanya satu-satunya tempat yang dapat menggali informasi nusantara. Informasi yang didapat kadangkala mendidik dan menyampaikan yang benar dan juga didapatkan pula informasi yang membodohi dan menyampaikan yang geli telinga dan mata melihatnya.
Ruangan ini kadangkala lebih penting dari ruangan orang penting di nusantara ini. Di ruangan ini pula informasi nusantara hanya terdeteksi utnuk segelintir orang yang mengerti dan bisa meluangkan waktunya untuk menikmati anekdot nusantara. Mereka berharap nantinya ruangan ini bisa dijadikan tempat atau pusat belajar mengajar...Kapan ?
Lelah hati dan otak ini mengikuti jejak informasi nusantara yang ditampilkan...mudah-mudahan selanjutnya televisi benar pusat informasi yang benar dan terpercaya.
CECELEPO?
Halo,
Salam cecelepo.. Kami sendiri awalnya cecelepo dengan kata yang satu ini, tp satu rekan kami di Kantor, Pak James MatDoan, hobi sekali mengucapkan satu kata itu. Menurut penuturan Laki-laki asli dari Pulau Kei Besar, Maluku Tenggara ini sulit mencari kiasan nya dalam bahasa Indonesia apalagi Bahasa Inggris tetapi kata ini seringkali diucapkan ketika seseorang sudah bingung/pusing/pontang-panting sesuatu yang sudah tidak tertahankan sampai puncaknya (nah lo), nah puncaknya ini bisa saking lucunya, saking capenya, atau saking usilnya, bgitu katanya.Tapi itu menurut beliau, tapi bagi kami kata itu lebih sering digunakan mengganti kata apapun yang sulit kami ungkapkan.dan entah kenapa kami selalu heran kenapa bisa ditemukan kata seperti itu.
tapi terlepas dari itu kami bersyukur dengan ungkapan cecelepo ini. kata ini yang sudah mengakrabkan kami-kami ini dikantor. hubungan yang selama ini kurang cecelepo menjadi lebih cecelepo setelah kata-kata cecelepo ini muncul. cecelepo sekali memang tapi entah bagaimana kata ini selalu menghantui kami persis seperti semangkok indomie yang selalu menghantui hidung kami (dan kami yakin anda juga bgitu). entah kenapa Indomie benar-benar sudah menghantui pikiran kita semua. tapi kami akui rasa Indomie itu beda. pernah kami lakukan survey kecil2an ke meja-meja sebelah kami, semua bilang, enak, semriwing, gurih, mantap, bahaya, bikin pusing, intinya semua bisa disimpulkan dengan satu kata: cecelepo. Ya, Indomie itu sudah bikin kita semua cecelepo.
blog ini dibuat bukan untuk tujuan cecelepo tapi hanya ingin berbagi foto jalan-jalan kami (kantor kami sering jalan, kami juga), soal makanan kami, dan sedikit tentang hal-hal yang bikin kami tersenyum, tapi maaf kalau nanti anda tidak tersenyum atau tidak mengerti, karena kami sadar kami tidak bakat cecelepo. salam cecelepo..
Salam cecelepo.. Kami sendiri awalnya cecelepo dengan kata yang satu ini, tp satu rekan kami di Kantor, Pak James MatDoan, hobi sekali mengucapkan satu kata itu. Menurut penuturan Laki-laki asli dari Pulau Kei Besar, Maluku Tenggara ini sulit mencari kiasan nya dalam bahasa Indonesia apalagi Bahasa Inggris tetapi kata ini seringkali diucapkan ketika seseorang sudah bingung/pusing/pontang-panting sesuatu yang sudah tidak tertahankan sampai puncaknya (nah lo), nah puncaknya ini bisa saking lucunya, saking capenya, atau saking usilnya, bgitu katanya.Tapi itu menurut beliau, tapi bagi kami kata itu lebih sering digunakan mengganti kata apapun yang sulit kami ungkapkan.dan entah kenapa kami selalu heran kenapa bisa ditemukan kata seperti itu.
tapi terlepas dari itu kami bersyukur dengan ungkapan cecelepo ini. kata ini yang sudah mengakrabkan kami-kami ini dikantor. hubungan yang selama ini kurang cecelepo menjadi lebih cecelepo setelah kata-kata cecelepo ini muncul. cecelepo sekali memang tapi entah bagaimana kata ini selalu menghantui kami persis seperti semangkok indomie yang selalu menghantui hidung kami (dan kami yakin anda juga bgitu). entah kenapa Indomie benar-benar sudah menghantui pikiran kita semua. tapi kami akui rasa Indomie itu beda. pernah kami lakukan survey kecil2an ke meja-meja sebelah kami, semua bilang, enak, semriwing, gurih, mantap, bahaya, bikin pusing, intinya semua bisa disimpulkan dengan satu kata: cecelepo. Ya, Indomie itu sudah bikin kita semua cecelepo.
blog ini dibuat bukan untuk tujuan cecelepo tapi hanya ingin berbagi foto jalan-jalan kami (kantor kami sering jalan, kami juga), soal makanan kami, dan sedikit tentang hal-hal yang bikin kami tersenyum, tapi maaf kalau nanti anda tidak tersenyum atau tidak mengerti, karena kami sadar kami tidak bakat cecelepo. salam cecelepo..
Langganan:
Komentar (Atom)

